Kepala Bulog Wangiwangi La Ode Syafaruddin mengatakan, pihaknya masih mencari alternatif agar beras tersebut tidak dikembalikan ke gudang asalnya. Karena jika dikembalikan akan menelan lebih banyak biaya.
“Karena jika itu dilakukan, maka ongkosnya sudah akan berlipat ganda, mulai dari ongkos buruh, sewa kapal dan lain sebagainya,” katanya, Kamis (21/4/2016).
Ia mengakui keadaan beras yang ada di gudang Bulog Wangiwangi kebanyakan sudah mengalami kondisi tidak layak konsumsi. Namun pihaknya akan mencoba membersihkannya.
“Setelah operasi pemeriksaan itu, kami mulai membersihkannya dari kutu maupun kotoran lainnya. Setelah itu kami akan kembali lakukan kordinasi dengan Pemda siapa tahu bisa diberikan kelonggaran untuk bisa disalurkan ke masyarakat,” ucapnya.
Namun bila Pemda bersi keras tetap tidak bisa, pihaknya akan menggantinya dengan beras yang kualitasnya lebih baik serta lebih layak untuk dikonsumsi. “Kalau Pemda tetap tidak membolehkan, mau tidak mau terpaksa akan kami kembalikan ke gudang asalnya di Baubau,” tutur pria asal Baubau itu.
Sebelum tim dari Pemda lakukan pemeriksaan, beras tersebut rencananya akan didistribusikan ke masyarakat untuk jatah enam bulan ke depan. Rumaha tangga sasaran (RTS) yang akan dapat jatah itu 100 titik yang tersebut di delapan Kecamatan yang ada di Kabupaten Wakatobi. (p14)
http://sultra.fajar.co.id/2016/04/22/450-ton-beras-di-bulog-wangiwangi-tidak-layak-konsumsi/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar