BOJONEGORO – Bulog Subdivre Bojonegoro hingga kini masih belum melakukan penagihan uang beras untuk keluarga miskin (raskin) Rp 4 miliar yang belum dibayarkan.
Namun, Bulog segera melakukan penagihan secepatnya.
Kepala Bulog Subdivre Bojonegoro Efdal Sulaiman mengungkapkan, pihaknya akan mengupayakan penagihan dengan cara persuasif. Sehingga, dana tersebut bisa dibayarkan secepatnya.
”Kita upayakan pendekatan saja,” katanya.
Tunggakan raskin Rp 4 miliar tersebut tersebar di tiga kabupaten, yaitu Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro.
Namun, tunggakan tertinggi ada di Tuban.Menurut Efdal, sejak dua tahun terakhir tunggakan tertinggi memang berada di Tuban.
Meski tertinggi, tunggakan tersebut tetap dibayarkan. Namun, hal tersebut diupayakan dengan menagih dulu.
Efdal menjelaskan, uang raskin tersebut sebenarnya sudah dibayarkan oleh masyarakat.
Pembayarannya dilakukan di pemerintah desa setempat. Namun, oleh pemerintah desa dana tersebut tidak kunjung diserahkan kepada Bulog.
Sehingga, dana tersebut terus menunggak setiap bulannya.
”Kalau dibiarkan terus tentu nilainya akan semakin besar,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Menurut Efdal, pihaknya sudah melakukan sosialisasi terkait tunggakan tersebut.
Namun, hal itu tidak berpengaruh. Sebab, setiap tahun tunggakan raskin selalu ada.
Mengenai hal tersebut, pihaknya sudah mengambil langkah. Kika tunggakan semakin besar, penyaluran raskin akan ditunda.
”Akan kami berikan jika tunggakan sudah dibayarkan,” tandasnya.
Dia menjelaskan, pembayaran raskin tepat waktu tersebut sangat penting.
Sebab, hal tersebut berpengaruh terhadap penyaluran selanjutnya. Jika dana tersebut terlalu lama ditahan, distribusi raskin akan terganggu.
Tahun lalu tunggakan raskin Bulog juga cukup tinggi. Bahkan, penagihan baru selesai di akhir tahun.
”Tahun ini kami harapan tunggakan bisa tuntas sebelum Desember,” pungkasnya. (zim/fiq)
http://radarbojonegoro.jawapos.com/read/2016/07/10/2022/tunggakan-raskin-capai-rp-4-m/3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar